Tidak dipungkiri e-commerce membuka pintu peluang yang sangat lebar. Hanya, bagi yang baru memulainya, e-commerce bisa jadi hal yang bikin kewalahan. Harapan ingin mendapatkan keuntungan, tapi malah kerugian yang didapat karena pengeluaran yang sebenarnya nggak perlu-perlu amat.

Pada kenyataannya, banyak pengeluaran yang bisa dirampingkan. Cek beberapa poin pertimbangan sebelum kamu mulai menjual produkmu.

  • Salah satu bagian terpenting memulai e-commerce adalah terkoneksi dengan pelanggan yang tepat. Supaya kamu bisa membuat iklan yang efektif, kamu harus paham keunikan apa yang harus kamu tonjolkan dan menjadi sorotan pasar. Bila kamu sudah menetapkan bagaimana bisnismu akan dipresentasikan, otomatis kamu mengkurasi konsumenmu. Mereka yang tidak masuk ke dalam sasaran tidak akan tertarik dengan produkmu dan mereka yang suka akan langsung memilih produkmu untuk melakukan transaksi.
  • Memanfaatkan tools dan aplikasi gratis. Bila kamu kamu kesulitan berinvestasi pada teknologi yang bisa menghubungkanmu dengan konsumen, saatnya kamu memanfaatkan apa yang tersedia dan gratis. Contohnya seperti HubSpot CRM dan Mailchimp yang punya platform gratis untuk bisnis e-commerce kecil. Dengan mempersenjatai bisnis dengan kedua tools tersebut, kamu bisa mengakses pengelolaan pemasaran dan asisten penyimpanan

 

  • Kedepankan fungsionalitas dari pada tampilan untuk kemasan. Saat di toko retail, kemasan bisa jadi faktor penentu bagi konsumen untuk memilih produk. Tapi di e-commerce, ini bisa jadi faktor nomor sekian agar produk dipilih. Konsumen lebih memilih mendapatkan produk dengan bungkus yang aman saat pengiriman, bukan yang terlihat cantik tapi rapuh.