Siapapun bisa berbisnis online. Asal kamu punya gadget sesederhana smartphone yang punya koneksi internet, maka toko online kamu siap meluncur. Bisnis online semakin diminati orang karena kefleksibelannya. Kamu nggak lagi terbatas sama waktu dan tempat, jadi kamu bisa ngurusin bisnis online kamu dimanapun dan kapanpun sesuka hatimu. Hanya saja, masih ada kelemahan dalam transaksi online. Hal yang paling disoroti adalah masalah keamanan dan bagi seller tentunya ekspektasi yang dimiliki oleh pelanggan terhadap produknya.

Untuk mengukur ekspektasi pelanggan, ada beberapa hal yang bisa dijadikan parameter, di antaranya adalah:

  • Banyaknya respon yang diterima di media sosial. Hal ini nggak terbatas pada like dan share pada post kita tapi juga mencakup pesan pribadi (DM) dan kata kunci bisnis/produk yang dibicarakan di media sosial (conversation). Dari sinilah kita bisa mengelompokkan apa yang jadi pertanyaan paling sering diajukan dan membuat kolom hal yang paling sering ditanyakan.
  • Waktu yang dibutuhkan oleh pelanggan untuk merespon post kita. Bila kita post sesuatu, ukurlah berapa lama respon pelanggan untuk memberikan like/share/atau komentarnya. Dari situ kita bisa menentukan apakah post tersebut cukup disukai sehingga bisa memancing respon dari pelanggan dengan cepat atau malah diabaikan karena mereka nggak tertarik untuk bereaksi terhadap apa yang kita post.
  • Rating dan masukan yang diberikan pada produk. Reaksi positif bisa memicu pelanggan baru untuk berdatangan, sedangkan reaksi negatif bisa dijadikan acuan bagi kita untuk memperbaiki produk.