Di saat Snapchat dan Facebook yang terus mengalami penurunan pengguna, Instagram terus berjaya dengan pengguna aktif yang mencapai 1 miliar orang per harinya. Maka, nggak salah kalau Instagram disebut sebagai the hottest social network of 2018.

Kenapa Instagram jadi media yang lebih dari tempat orang untuk post foto mereka dan menjadi tempat favorit brand untuk menyasar targetnya?

Jawaban gampangnya, Instagram mengombinasikan fitur-fitur populer yang ada di media sosial lain, seperti Stories yang menghilang dalam waktu semalam dan filter wajah, video konten yang jadi andalan YouTube, dan timeline layaknya Facebook. Ditambah lagi, Instagram baru saja meluncurkan IGTV yang memungkinkan pengguna untuk posting video vertikal lebih dari 60 detik.

Inilah cara-cara supaya kamu bisa memanfaatkan fitur-fitur Instagram buat bisnismu:

  • Kamu bisa menggunakan maksimal 30 hashtag dalam sebuah post yang akan mengembangkan jangkauan pengguna. Supaya efektif, kamu bisa mencampur hashtag khusus dengan hashtag lain yang populer.
  • Dengan fitur Story, kamu bisa bertanya dan membuat poling untuk mendapatkan interaksi dengan followers.
  • IGTV digunakan oleh kreator dan influencer untuk konten video yang tidak muat dalam standar 60 detik. IGTV bisa dimanfaatkan untuk menunjukkan video yang diproduksi secara profesional sekaligus sebagai arsip Instagram Story yang menghilang dalam 24 jam.
  • User-Generated Content (UGC) adalah jawaban Instagram atas fitur retweet yang ada di twitter. Bila akun kamu ditag dalam Story orang lain, kamu bisa memutuskan apakah akan mengikutsertakan Story orang tersebut dalam Story-mu. Ini merupakan keuntungan bagi bisnis untuk mendorong followers-nya untuk berbagi pengalaman dengan brand mereka di Instagram.