Layanan konsumen berbasis AI (Artificial Intelligence) semakin berkembang, merevolusi layanan konsumen yang konsumen menjadi solusi digital dan meningkatkan pengalaman pelanggan, termasuk awareness, pengetahuan produk, layanan pasca penjualan dan loyalty program. Kalau ngerasa, “Wih keren banget, futuristik banget, ya!” ternyata nggak juga. Sering, kan ngeliat/ngebaca balasan dari CS atas keluhan atau layanan konsumen di medsos, ada kemungkinan yang ngejawab itu adalah AI.

Menurut pengamatan pakar marketing, di tahun 2020 lebih dari 80% layanan pelanggan akan dijalankan tanpa terhubung dengan manusia. Kedepannya, kita bisa memanfaakan solusi terotomasi, seperti memesan reservasi restoran, memesan makanan take out, memesan tiket, kamar hotel dan, janji temu dokter.

Ada beberapa keuntungan bila bisnis mengimplementasi AI dalam sistem layanan pelanggan:

 

  1. Tersedia 24×7: Bot akan menggantikan live chat dan segala bentuk kontak lainnya, seperti email dan telepon.
  2. Penanganan konsumen yang lebih baik: Bot bisa bercakap-cakap dengan ribuan orang sekaligus.
  3. Hemat biaya: Hanya butuh investasi bot satu kali saja untuk menggantikan staf yang dibayar bulanan.
  4. Kepuasan pelanggan: Bot memiliki batasan dan mematuhinya asal diprogram secara benar. Mereka akan memperlakukan pelanggan dengan sangat sopan meskipun pelanggan berkata  kasar.
  5. Otomatisasi pekerjaan: Bot akan membantu mengotomasi tugas-tugas yang harus dilakukan secara rutin dan tepat waktu.
  6. Membantu tim penjualan: Orang-orang bisa menggunakan Bot untuk mendapatkan pengetahuan produk dan memberikan saran mengenai produk-produk finansial.
  7. Memonitor data konsumen dan mendapatkan insight: Bot akan mengingat semua chat dan menyediakan pilihan yang relevan setiap kali kita menghubunginya lagi.
  8. Memberikan pemasukan yang lebih baik untuk bisnis: Bot akan bertanya dan mengajak konsumen untuk menggunakan produk.