Seperti ditulis pada artikel sebelumnya, komunitas Nebengers merupakan komunitas social movement untuk mengajak orang mengurangi kemacetan dengan memberikan tebengan serta mengembangkan interaksi sosial. Tujuannya agar penumpang dengan kursi kosong di kendaraan mereka, dapat menawarkan perjalanan kepada orang lain yang kebetulan memiliki tujan yang sama.

Melalui akun Twitter mereka @nebengers, orang dengan kursi kosong di kendaraan mereka dapat menawarkan tumpangan gratis kepada orang-orang, sedangkan mereka yang mencari untuk transportasi ke tujuan tertentu dapat melakukan hal yang sama.

“Saat ini, sudah ada 28.000 orang yang follow [akun] Twitter Nebengers dan penambahan jumlah follower hingga ribuan,” ujar Putri Sentanu co-founder dan CEO dari Nebengers, seperti dikutip Daily Social pada acara Buka Puasa Nebengers bersamaan dengan launching aplikasi mobile Nebengers 2.0 yang diadakan di Museum Mandiri, Jakarta, Minggu (28/7) lalu.   Selain 200 anggota Nebengers yang tersebar di Jabodetabek, acara tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Dr. Ir. Bambang Susantono, MCE.

nebengers

Aplikasi mobile sengaja diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang serius mencari tebengan karena makin besarnya komunitas Nebengers. Menurut Putri, aplikasi mobile ini sangat memudahkan pemberi dan pencari tebengan menemukan teman menebeng yang tepat.

“Kalau kita mencari tebengan dengan akun Twitter menggunakan hashtag bertebengan itu akan banyak sekali, kadang yang keluar justru cari tebengan di Jakarta yang keluar Bandung. Tidak nyambung dan efektif, bukan? Dengan aplikasi ini, memberi dan mencari tebengan menjadi lebih mudah dan tepat sasaran.” kata Putri.

Aplikasi Nebengers 2.0 nantinya bisa diunduh di Android mulai awal Agustus, sementara untuk  versi BlackBerry dan iOS rencananya akan dirilis November tahun ini.

“Bulan ini adalah saat tersibuk, sebab kami sedang melakukan trial and error untuk Nebengers 2.0. Diluncurkannya sehari dekat-dekat lebaran juga dimaksudkan sekalian peluncuran Nebeng Mudik pertama kali,” terang Putri.  Selain itu, launching untuk Android nanri juga bertepatan dengan 20 bulan Nebengers berdiri.

Demi keamanan, registrasi diperlukan pada layanan Nebengers 2.0 ini dengan mencantumkan nama, identitas diri, SIM yang masih berlaku dan foto diri. Regristrasi dilakukan melalui akun Facebook atau Twitter.

“Hal ini dilakukan untuk mengetahui profil orang yang memberi dan menerima tebengan dengan melihat profil mereka termasuk followernya. Apakah ada yang dikenal,” jelas Putri.

Selain registrasi untuk memberi dan mencari tumpangan, Nebengers 2.0 juga bisa sharing taxi dan chat untuk sesama nebengers  dengan batasan hingga 10 orang. Layanan lainnya, Anda juga bisa berbagi info rute dan cerita nebeng lengkap dalam satu aplikasinya. Serunya bila Anda menemukan lebih dari satu pemberi tebengan yang searah, Anda bisa melihat profil dan cerita dari Nebengers yang lain, melihat jumlah badge yang diterima pemberi tebengan sehingga Anda bisa menentukan sendiri mau ikut kemana.

Sumber: DailySocial