Mengkomunikasikan bisnis bisa jadi hal yang menyulitkan kalau kamu nggak tahu gimana cara mengomunikasikan nilai yang ingin kamu sampaikan hingga sampai ke konsumen yang menerimanya. Karena itulah proses dalam membesarkan brand sangat penting. Proses ini membantu bisnis mengetahui jati dirinya dan bagaimana mengomunikasikannya pada konsumen potensial. Hal ini juga membantu untuk menyelaraskan antara strategi bisnis dan komunikasinya.

 

Seperti yang disoroti oleh founder doinc, Handoko Hendroyono:

“Raw. Proses. Experience. “Imperfect is perfect!”. Kita suka segala sesuatu yang kita terlibat.
Kita mau menjadi saksi apa yang kita konsumsi. Jaman transparan ini membuat semua orang kritis dan mau tahu atau gampang tahu tentang apa pun.”

pro

 

Untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan oleh brand-mu coba tips berikut:

Tentukan target audience brand-mu. Dasar untuk membangun brand adalah menentukan target audience yang akan kamu fokuskan. Saat membangun bisnis, tetapkan siapa yang ingin kamu raih sehingga kamu bisa menyesuaikan misi dan pesan yang ingin disampaikan dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Tentukan misi brand-mu. Misi biasanya merupakan alasan mengapa sebuah brand ada. Misi akan menginformasikan berbagai aspek untuk membangun brand-mu.

Cari tahu brand lain yang ada dalam pasar. Tujuannya adalah untuk membedakan diri dari kompetitor dan meyakinkan konsumen untuk membeli dari brandmu, bukan kompetitor. Cari tahu bagaimana mereka bisa membangun brand secara efektif dan apa yang menjadi kelemahan mereka.

Tonjolkan kualitas dan keuntungan yang ditawarkan brand-mu. Kamu harus tahu apa yang menjadi nilai plus brand yang tidak ditawarkan oleh brand lain. Fokuslah terhadap kualitas dan keuntungan yang membuat brand-mu unik.

Ciptakan logo dan tagline untuk brand. Investasikan waktu dan biaya dengan menggunakan jasa profesional untuk menciptakan identitas bisnismu secara visual.

Ciptakan ‘suara’ brand. Ini adalah caramu berkomunikasi dengan pelanggan dan melihat bagaimana respon mereka. Bila kamu menyuarakan brand-mu dengan tone yang tepat, kemungkinan besar pelanggan akan terhubung dengan brand-mu.

Integrasikan brand dalam berbagai aspek bisnis. Brand-mu harus selalu terlihat di berbagai tempat yang bisa dilihat, dibaca, dan didengar oleh para pelanggan. Pastikan brand-mu tampak sama meski harus ditempatkan di berbagai jenis media.

Konsistensi dalam membangun brand. Kecuali kamu ingin mengubah brand-mu menjadi sesuatu yang lebih efektif berdasarkan respon konsumen, pastikanlah kamu selalu konsisten dalam menjalankan brand-mu.

Jadilah pendorong terbesar untuk brand-mu. Bila kamu sudah memulai brand, kamu dan karyawanmu adalah promotor terbesar bagi brand-mu karena tidak ada yang tahu brand-mu lebih baik daripada dirimu sendiri.