Banyak di antara entrepreneur yang masih sulit untuk mengelola laba yang didapat dari usahanya, termasuk diantaranya ketika uang usaha tercampur dengan kebutuhan rumah, hal ini justru adalah faktor yang menyebabkan usaha sulit untuk berkembang. Bukan berarti kita terlarang untuk menikmati hasil usaha kita, namun ada batasan yang harus dipatuhi atau digunakan agar selalu ada modal berputar untuk menjalankan usaha atau untuk biaya pengembangan usaha maupun membayar cicilan utang usaha.

Catat setiap transaksi dengan rapi setiap hari kemudian lakukan evaluasi setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk modal belanja usaha, dari catatan yang dilakukan akan terlihat berapa keuntungan usaha setiap hari maupun mingguan hingga keuntungan bulanan. Alokasikan dengan rumus:

  • 10% untuk investasi dan dana cadangan, sebagai tabungan untuk kebutuhan operasional usaha dalam jangka menengah panjang (tidak diambil kecuali ada hal yang sangat penting). Bisa dalam bentuk tabungan, deposito, emas, properti atau surat berharga lainnya.
  • 10% dapat digunakan untuk keperluan investasi usaha, missal investasi di infrastruktur sistem, SDM, teknologi dan lain-lain. Bisa juga diinvestasikan pada usaha baru yang menguntungkan.
  • 60% untuk modal berputar, kebutuhan dana untuk operasional usaha yang menyangkut penjualan dan penyediaan inventori barang.
  • 10% untuk digunakan untuk keperluan pribadi dan keluarga anda, dana ini layak anda gunakan sebagai tanda penghargaan terhadap diri anda yang sudah bekerja dan berjuang membesarkan usaha.
  • 10% untuk anda salurkan sebagai dana sosial, sumbangan, infaq/sodaqoh anda sebagai bentuk rasa tanggung jawab usaha anda terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Pisahkan rekening usaha dengan rekening pribadi jika Anda tidak ingin pusing melacak mana uang usaha dan mana uang pribadi, hal tersebut juga menghindari terpakainya uang usaha untuk keperluan pribadi. Meskipun kebutuhan pribadi Anda diambil dari laba usaha, cara yang paling baik dilakukan adalah mentransfer sejumlah uang yang sudah ditentukan ke rekening pribadi.

Kunci dari keberhasilan pengelolaan uang usaha adalah komitmen yaitu tidak mudah mengambil uang pribadi meski sedang butuh. Ketika pun terpaksa diambil itu adalah hutang yang harus dikembalikan bagi perusahaan anda sendiri. Untuk usaha yang lebih berkembang, anda harus bertekad menegakkan disiplin dalam mengelola laba dengan baik.

 

Apakah pengelolaan laba usaha anda sudah sehat hingga saat ini? Atau ada beberapa tips tambahan yang ingin ditambahkan? Kami tunggu komentarnya :)

 

 

sumber artikel:
Iim Rusyamsi – detikfinance