BELANJA secara online telah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari maraknya beragam layanan belanja yang ditawarkan lewat situs berbayar atau media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatApp, dan BBM. 

Layanan dunia maya ini dipilih lantaran memberi berbagai kemudahan bagi para pelanggannya. Mudah mencari barang yang diinginkan, tanpa harus terkena macet, serta promosi menarik merupakan serangkaian tawaran yang disuguhkan pelaku bisnis ini kepada calon konsumen.

Dalam rangka memenuhi hasrat berbelanja di dunia maya itu, 22 peritel online di Indonesia berencana menggelar event bertajuk “Hari Belanja Online Nasional”. Ajang belanja yang berlangsung selama 1 hari penuh itu akan digelar pada 12 Desember 2013. Ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan menyusul sukses acara yang sama pada 12 Desember 2012 silam.

Hari Belanja Online Nasional, yang populer disebut 12 12, berawal dari diskusi informal beberapa pemain e-commerce besar Indonesia sambil ‘ngopi-ngopi’. Dari pertemuan itu, muncul ide untuk memilih satu hari khusus sebagai Hari Belanja Online Nasional. Di hari itu, para peritel yang berpartisipasi akan aktif mempromosikannya, serta memberikan diskon-diskon serta promosi menarik bagi konsumen, mirip dengan Cyber Monday di Amerika Serikat atau 11.11 yang digelar di Cina.

Di Indonesia, selama 24 jam, beragam promosi dan hadiah menarik akan ditawarkan masing-masing pelaku e-commerce. Mereka akan berkompetisi memberikan hadiah mulai dari voucher belanja hingga potongan harga sampai 80 persen kepada para pelanggan dan penggila belanja dunia maya.

Untuk mendukung padatnya laju transaksi belanja online ini, para peritel telah mempersiapkan diri dengan meningkatkan kapasitas server mereka dan menambah tenaga pengantar agar transaksi dapat dilakukan dengan segera serta berjalan mulus.

“Transaksi dilakukan selama 24 jam. Bahkan ada yang begadang agar semua pesanan pelanggan dapat diproses dengan cepat,” ujar Ilham, pemandu acara konferensi pers yang digelar di Blitz Megaplex, Pasific Place, Jakarta, Selasa (10/12).

Praktisi dan pengamat bisnis e-commerce, Rama Mamuaya mengatakan, belanja online memberi banyak manfaat bagi para pelanggannya. Selain kemudahan mencari barang yang diperlukan, konsumen juga diberikan kenyamanan karena cukup berbelanja dari rumah, kantor atau dari tempat lain.

Namun, selain sisi positifnya, Rama mengakui, bisnis online juga memiliki sisi negatif. Maraknya penipuan dalam penjualan barang merupakan hal penting yang harus diperhatikan. “Penipuan dengan modus mendompleng nama e-commerce besar, dengan memakai platform gratis seperti blogspot, salah satu yang harus diwaspadai,” pungkas Rama.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, CEO DailySocial.net itu menyarankan agar pembeli hanya bertransaksi melalui e-commerce yang diakui dan kredibel, ditandai dengan nama domain dan nomor kontak yang jelas. Selain itu, setiap calon pembeli sebaiknya melacak keberadaan toko online tersebut.

Selain melacak legitimasi situs toko, bagi para konsumen pemula, Rama menyarankan agar memastikan kode pengiriman sebelum melakukan transaksi, melakukan pengecekan terhadap alamat toko, dan mengontrol kondisi keuangan dengan cara berbelanja sesuai keperluan.

 

disadur dari: Fachrurozi | Plasadana
Foto: http://ecomenzi-america.com/wp-content/uploads/2012/07/Creative_Wallpaper_Shopping_023268_.jpg