Menurut riset yang diadakan oleh Screenagers++: Multiplied Experiences, Real-time Emotions (2016), pengguna smartphone di Indonesia saat ini mencapai 86 persen, meningkat 9 persen dibanding tahun 2014. Pertumbuhan tersebut turut membawa perubahan pada perilaku konsumen digital. Penyedia produk, layanan digital, atau pebisnis harus menyesuaikan lagi pola bisnis perusahaan mereka dengan kebutuhan konsumen saat ini

Berikut ini 5 tren perubahan digital di Indonesia, menurut riset yang dijalankan Accenture terhadap 28.000 responden di 28 negara, termasuk Indonesia.

  1. Penggunaan perangkat pintar di Indonesia ternyata cenderung lebih tinggi dari 27 negara lain yang ikut dalam survei ini. Sekitar 99% konsumen tanah air telah menggunakan aplikasi mobile untuk layanan komunikasi, sementara total negara lain secara global hanya 87%.
  2. Hasil riset menunjukkan bahwa 85% konsumen digital yang termasuk dalam early adopter (mereka yang update terhadap produk teknologi terbaru) ternyata masih kesulitan menggunakan gadget secara optimal.
  3. 78% konsumen digital di Indonesia juga mementingkan keamanan bertransaksi finansial dan 60% menomorsatukan privasi saat berselancar di dunia maya.
  4. Riset yang menunjukkan bahwa hanya 16% konsumen digital yang bersedia membeli gadget terbaru dari merek terkenal sekalipun, asalkan tidak melebih 10% dari anggaran belanja mereka. Karakter digital native lebih kritis dibanding generasi sebelumnya. Informasi teknologi telah membuat mereka lebih menyadari bahwa produk yang baik bukan hanya canggih, tapi juga disertai layanan yang purnajual dan bisa diandalkan.
  5. Konsumen digital saat ini cukup mudah berpaling, hal ini disebabkan faktor kenyamanan dan layanan yang sesuai dengan identitas diri. 73% konsumen digital di Indonesia menyatakan siap berpindah ke penyedia jasa lain demi mendapatkan layanan yang lebih baik.