Berbisnis dengan keluarga mungkin dimulai dengan anggapan bahwa keluarga selalu ada, baik di saat senang ataupun susah. Buat kamu yang sedang menimbang-nimbang untuk memulai bisnis bersama keluarga, tengok yuk sisi positif dan negatifnya.

Positif

Mudah sepakat

Karena punya motivasi sama, tujuan pun biasanya tak jauh beda. Andaikan menemui perbedaan biasanya mudah diselaraskan karena hubungan keluarga.

Semakin akrab

Memiliki bisnis yang sama membuat hubungan keluarga yang biasanya cukup berjarak karena harus bekerja pada tempat yang berbeda menjadi semakin akrab karena intensnya komunikasi.

Memahami karakter

Dalam menjalankan bisnis, karakter asli keluarga akan terlihat. Kita harus pintar-pintar memahami agar tidak terjadi perpecahan

 

Negatif

Perpecahan

Banyak yang bilang karakter asli seseorang akan tampak bila dihadapkan dengan uang. Masalah duit ini memang biasanya menjadi sumber utama pecahnya kongsi. Selain uang, perbedaan pendapat yang sangat besar juga menjadi sumber perpecahan. Yang nggak enak, karena keluarga hubungan yang tadinya terbina baik bisa memburuk. Tak jarang akhirnya sampai tidak mau bersilaturahmi lagi.

Ditanggung bersama

Karena hanya berbisnis sesama keluarga, semua modal, untung, dan rugi menjadi tanggung jawab bersama. Jika bisnis untung maka profit kembali berputar pada keluarga, tapi jika rugi? Hmm…kebayang kan? Berbeda dengan berbisnis bersama rekan, bila merugi hanya diri sendiri yang dirugikan karena tidak membawa-bawa keluarga.

Kebijakan terlalu longgar

Bila berbisnis bersama keluarga ada rasa nggak tega jika salah satu penggerak bisnis berbuat salah. Dengan anggapan “Dia keluarga saya” kita cenderung tidak tegas. Jika kesalahan terjadi berulang kali dan akibatnya fatal bisa berpengaruh pada keberlanjutan bisnis.

 

Punya pengalaman berbisnis bersama keluarga? Share yuk di kolom komentar!