Konsumen saat ini mencari bisnis yang bisa memberikan unsur ‘feel good‘ untuk dirinya saat melakukan transaksi. Definisi ‘feel good‘ di sini bisa bermacam-macam, tapi yang pasti konsumen ingin lewat apa yang mereka konsumsi, mereka bisa giving back kepada komunitas dan lingkungan.

Karena itulah brand mengubah strateginya menjadi purpose-driven brand. Perusahaan yang mengutamakan purpose alias tujuan adalah organisasi yang menempatkan faktor ‘kenapa’ sebagai intinya – yang direfleskikan pada bagaimana perusahaan tersebut berkomunikasi dan bagaimana perusahaan tersebut menjalankan bisnisnya. Sebagai contohnya ada  Amazon dengan ‘To enable freedom of choice’, IBM dengan ‘Solutions for a smarter planet.’ dan SAP dengan ‘Helping the world run better.’

Saat pemilik brand menambahkan tujuan dalam campuran bisnisnya, sebuah hubungan emosional terbentuk antara orang-orang di balik brand dengan orang-orang yang menggunakannya. Akibatnya, para konsumen akan menjadi superfan/fanboy yang dengan senang hati berbagi kenapa mereka dengan senang hati menggunakan brand yang mereka pilih pada rekan-rekannya.

Founder do.inc Handoko Hendroyono juga menyoroti kecenderungan tren purpose-driven brand ini.

Brand yang Memiliki PURPOSE akan Lebih Melekat

Mengembangkan #purpose butuh beberapa syarat. Brand menjadi kuat, berjiwa dan juga menyenangkan ketika memiliki purpose. Layaknya manusia atau diri kita brand harus disemai dengan kekuatan yang otentik dan tidak dibuat-buat.

 

bd