Semakin banyak saja yang menggemari untuk terjun di  bisnis kuliner. Salah satunya Mirza Irfan Sumantri yang berawal dari kesulitannya membiayai uang kuliah saat menjelang ujian, ia mencoba merintis usaha risolasolnya. Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2009 ini kini berubah menjadi usaha franchise dengan jumlah outlet sebanyak enam buah.

Menurutnya, kini ia sedang menyusun standar operasional prosedur untuk usaha Risolasol Indonesian Tradisional Food yang menghadirkan risol dengan cita rasa berbeda dengan risol secara umum. Risolasol beda karena risol yang disuguh memiliki tekstur kulitnya lebih lembut dan menggunakan sosis Solo dengan rendang ayam atau daging. “SOP nya, tahun ini sedang kita susun,” katanya.

Usahanya dimulai dengan modal pinjaman dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).  Mirza memilih usaha Risolasol sebagai pilihan usahanya karena sesuai dengan hobi memasak dan juga makan. Awalnya, karena keterbatasan dana, maka ia menjual risol dengan cara menjajakannya menggunakan Tupperware berkeliling.

Sebelumnya ia sudah sangat yakin bahwa dagangannya akan laris manis. Hal tersebut berdasarkan sampel yang telah ia bagi secara gratis kepada 10 orang. Ke 10nya menyukai risol buatannya. Dari situlah ia memulai bisnis risolasolnya.
“Awal berjualan saya menjual dengan harga Rp 5 ribu rupiah untuk tiga buah risol yang berisikan daging ayam dan kentang,” ujarnya.

Ia lalu menjajakan risol buatannya secara berkeliling, kemudian ia mencoba memberanikan diri masuk ke instansi-intansi seperti rumah sakit. Ia mendatangi dokter-dokter dan karyawan di beberapa rumah sakit untuk membeli risolnya. Ternyata mereka menyukainya dan mulai menjadi pelanggan tetap.

“Jika rasa tidak memuaskan maka akan saya berikan secara gratis saja tetapi jika rasanya memuaskan maka si customer tersebut harus membeli lagi, akhirnya lidah si customer dikalahkan oleh rasa risol yang menggugah selera dan pada akhirnya ingin membeli lagi,” tuturnya.

Mirza juga memasarkan risol buatannya secara online. Untuk order secara online ia membanderol risol dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu pack yang berisikan enam buah risol plus ongkos kirim bagi yang dari luar Medan.

“Saat ini saya punya enam buah outlet dan beberapa pelanggan tetap baik di Medan maupun diluar Medan seperti dari Jakarta, Riau, dan kota lainnya,” ungkapnya.

Ia berharap, dapat mengembangkan usaha risolnya. Ia terus berinovasi dengan berbagai rasa dan kemasan agar pengunjung tidak kecewa. Kini ia sudah bisa berpenghasilan hingga Rp 25 juta perbulan. Selain itu, dari usaha risolasolnya, Mirza juga telah memiliki sebuah rumah dan mobil.

 

Sumber:
Tribun Medan
Medan Bisnis Daily