Kadang kita merasa bingung bila berinstagram. Apakah benar bila menggunakan segunung hashtag, produk kita akan lebih dilirik oleh pasar? Ternyata lebih dari sekadar hashtag untuk menaikkan pamor, dan kita punya beberapa saran yang bisa dijadikan pertimbangan dalam  memasarkan produk via instagram.

1. Jadikan hashtag sebagai salah satu strategi

Pasti sudah tahu kalau hashtag menjadi salah satu cara utama dalam memasarkan produk. Tapi ada 3 cara untuk menjaring viewer yang kita inginkan. Pertama, pakailah hashtag yang populer seperti #sale. Kedua, bila ingin menyaring viewer yang spesifik, gunakanlah hashtag yang tidak begitu populer tapi relevan untuk target, misalnya: #sepatu. Yang ketiga, bila ingin menjaring follower, jangan lupa gunakan hashtag #followus, atau #follow4follow. Tidak perlu cemas bila kamu merasa kebanyakan menulis hashtag, justru menurut penelitian, engagement dengan viewer menghasilkan nilai tertinggi ketika menggunakan lebih dari 11 hashtag!

2. Terlibat dalam komunitas instagram

Ada banyak cara untuk menjadi bagian dalam komunitas instagram. Misalnya, menggunakan hashtag seperti poin pertama menghubungkan kita dengan viewer yang siapa tahu akan membeli produk kita. Aktif memberikan like dan berkomentar pada post orang lain dapat berbuah jumlah follower bertambah bila komentar Anda di respon positif dan membuat orang lain tertarik.

3. Mengetahui jumlah posting yang optimal

Jangan takut untuk posting materi. Mulailah dengan satu posting per hari, lalu perlahan-lahan lakukan lebih sering. Ketika kita melihat engagement berkurang, maka kurangilah frekuensi posting sampai meraih jumlah engagement yang diinginkan.

4. Sesuaikan gambar dengan tampilan brand 

Beberapa brand yang sukses di instagram berhati-hati dalam menyeleksi gambar yang ingin mereka gunakan dalam menyampaikan identitas brand-nya. Misalnya bila kita menginginkan brand kita tampil sebagai brand yang bersemangat, jangan menggunakan gambar yang mayoritas bewarna gelap.

5. Optimalkan keterangan pada profil.

Jangan lupa untuk selalu menyediakan informasi yang kiranya akan dibutuhkan. Misalnya alamat website dan alamat fisik. Gunakan juga logo agar viewer yakin bahwa post yang dilakukan memang asli. Gunakan satu hashtag spesifik yang belum pernah digunakan brand lain agar viewers tahu hashtag itu milik kita. Pastikan juga materi yang kita sampaikan in-line dengan media sosial lain yang kita kelola.

6. Gunakan layanan iklan instagram untuk memperluas jangkauan post

Kini, kita bisa menggunakan layanan berbayar ini untuk mengiklankan produk kita. Syaratnya cukup gampang, kita hanya perlu memiliki akun facebook sebagai tahap awalnya, kemudian kita bisa mengakses beberapa fitur untuk menggunakan iklan instagram ini.

7. Jadilah follower

Nah, sebagai pebisnis jangan hanya mau di-follow tapi tidak mem-follow akun lain. Dari situlah kita bisa belajar untuk meraih follower, misalnya melalui komentar dan like. Melalui akun yang kita follow itulah, kita bisa mencari ‘target’ melalui follower list mereka, yang mana yang aktif dan kiranya sesuai dengan demografis.

8. Post foto yang lebih beragam

Bila kita biasa menggunakan format hitam putih, cobalah dengan format bewarna. Yang biasanya hanya produk, cobalah dengan model. Beberapa ide populer adalah: posting foto yang di submit oleh follower, behind the scene, atau cuplikan produk baru. Ada pula strategi yang disukai oleh viewer dalam mem-posting: posting wajah close-up,  pelanggan yang menggunakan produk (testimonial dengan foto), dan foto-foto bewarna cerah.

 

Semoga tips kali ini berguna. Apakah kamu punya tips lain dalam berinstagram? Saatnya share di sini!