Ratu pastri Indonesia, itulah julukan yang kini melekat pada Talita Setyadi. Talita yang menghabiskan masa kecilnya di New Zealand akibat kerusuhan tahun 98 memiliki kecintaan yang besar terhadap musik jazz, tapi seiring waktu berjalan dan Talita mengenal lebih banyak hal, ia mengalihkan kecintaannya pada dunia kuliner terutama pada kreasi pastri. Talita menemukan kesamaan antara musik dan dunia kuliner dalam hal penciptaan dan kompisisi – bahwa keduanya melibatkan kepuasan penciptaan dari yang tidak ada menjadi sesuatu yang menyenangkan orang lain. Karena itulah ia memutuskan untuk mengambil studi di Paris dan New Your, untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai pastri.

Tahun 2013 Talita kembali ke Jakarta membawa kemampuannya di dunia pastri. Awalnya ia tidak tahu ingin melakukan apa, tapi satu hal yang pasti bahwa ia tidak mau bekerja untuk orang lain. Tak lama, jalan Talita mulai terbuka saat mengetahui kesempatan untuk menciptakan pastri Prancis yang premium masih terbuka lebar. Dalam prosesnya, Talita ingin menjadi pionir dan dalam waktu dua tahun sejak kepulangannya ke Indonesia, Talita membuka BEAU di Grand Indonesia Mall yang menyuguhkan ragam minuman kopi dan pastri kreasinya.

Tak berhenti sampai di situ, Talita yang mengaku tak pernah bosan dalam membuat pastri untuk mengekspresikan dirinya, membuka cabang di Kebayoran Baru. Tokonya ini memiliki suasana dan nuansa yang mengekspresikan pribadinya yang terbuka dan menyenangkan.

Kedepannya, Talita berencana ingin menambah cafe di Jakarta sembari memikirkan kemungkinan untuk membuka cabang di Bali. Ia juga ingin mengeksplorasi produk lokal untuk eksperimen pastri baru sekaligus mengembangkan produk bebas gluten. Timnya yang solid memungkinkan Talita untuk melakukan riset, bukan terjebak dalam kegiatan produksi harian, sehingga inovasi terus menerus bisa mengalir.

Pesannya bagi para chef yang baru memulai adalah jadilah diri sendiri, percaya diri, dan bangga akan bakat dan pencapaianmu karena hal inilah yang akan membentuk good leadership dalam dirimu.