Dalam berbisnis, seringkali kita dihadapkan dengan partner dan investor untuk mendukung usaha yang tengah kita jalankan. Namun, banyak dari kita yang menemukan kegagalan untuk mendapatkan kerja sama dengan partner dan investor. Jika kamu merasa proposal pengajuan kerja sama kamu sudah mumpuni, mungkin ada yang salah saat kamu bertemu dengan mereka.

Bisa jadi dikarenakan teknik bicara atau gestur tubuh yang kurang disukai oleh partner atau investor yang kamu incar. Supaya kamu makin pede saat berhadapan dengan mereka, coba teknik-teknik berikut saat berhadapan dengan calon partner dan investor.

  • Sesuaikan penampilan dengan situasi. Nggak lucu juga kalau kamu datang ke pertemuan dengan calon partner dan investor dengan gaya santai. Setidaknya berilah good impression tentang dirimu di awal bertemu. Ucapan first impression lasts itu benar adanya, lho!
  • Buat kamu yang kebiasaan berbicara dengan cepat, coba lambatkan kecepatan bicaramu. Tahap pemahaman tiap orang berbeda-beda. Bisa jadi saat kamu menerangkan, ada yang tidak ditangkap oleh calon partner dan investor. Berbicara dengan cepat juga memberikan impresi yang kurang baik karena dianggap ingin buru-buru selesai.
  • Berikan kontak mata secukupnya tapi bermakna. Walau mata adalah jendela jiwa, nggak lucu juga kalau kita lama-lama memandang lawan bicara. Yang ada, mereka akan salah persepsi dan menduga kita memelototi mereka.
  • Saat grogi, hindari menggaruk-garuk kepala. Selain karena orang bisa salah duga tentang kebersihan rambutmu, garuk-garuk kepala juga membuat calon partner dan investor meragukan kepandaianmu. Kamu bisa mengalihkan rasa grogi dengan hal lain. Misalnya mengisi buku catatan dengan coretan, atau meremas-remas tangan.
  • Pastikan selalu tepat waktu. Walaupun calon partner dan investor terlambat, tidak apa-apa, yang penting kamu tiba tepat waktu. Calon parter dan investor akan menilai bahwa kamu serius untuk menginginkan kerja sama tersebut.
  • Berikan pemaparan yang jelas tentang bisnismu. Semakin berbelit-belit, semakin malas calon partner dan investor. Jabarkan tentang bisnismu, apa yang dilakukan bisnismu, dan keuntungan apa dalam jangka waktu berapa lama yang bisa diberikan oleh bisnismu untuk calon partner dan investor.
  • Hindari bermain ponsel. Kecuali jika benar-benar perlu, letakkan ponsel dalam tas. Bila kamu bermain ponsel di tengah diskusi atau pertemuan, calon partner dan investor akan menilai kamu tidak serius dan meremehkan mereka.