Supaya pelanggan betah dan kembali untuk membeli produkmu, kamu harus tahu dulu cara berkomunikasi dengan konsumen.

Pertama, kamu harus memetakan siapa konsumenmu. Kalau konsumen kamu ibu-ibu tentunya kamu nggak bisa pakai bahasa yang terlalu gaul dan terlalu kaku.

Kedua, aktif dan berusaha untuk akrab saat dimintai saran. Jadikan complain dan masukan sebagai dorongan untuk membuat produk menjadi lebih baik.

Ketiga, jujur. Saat mempromosikan sesuatu, sebaiknya itulah yang diterima/didapatkan konsumen. Hindari penggunaan kata bombastis karena pelanggan merasa kamu kurang tulus atau produkmu penuh kekurangan.

Keempat, hindari sikap defensif. Saat datang keluhan, jangan langsung mengambil sikap defensif dan berbuntut adu argumen di media sosial. Jika kamu merasa kamu tidak salah dan konsumen masih belum mengerti tentang produkmu, berarti ada yang salah dengan caramu berkomunikasi dengan mereka.