Kalau kamu punya karyawan, penting banget kalau kamu bikin mereka happy. Nggak mau kan kalau baru berapa bulan aja udah banyak yang cabut karena nggak betah. Penyebab karyawan nggak happy diantaranya adalah tidak merasa termotivasi atau tidak merasa dihargai, alhasil mereka bakal sering bolos, tidak produktif dam akhirnya berhenti.

Masalahnya, membuat karyawan happy termasuk sebuah tugas yang nggak bisa dibilang gampang. Namun, situasi pekerjaan baik dari sisi beban pekerjaan, lingkungan pertemanan dalam pekerjaan bisa memicu kebahagiaan seseorang itu sendiri. Jadi, jika lingkungan pekerjaan bikin stres atau rekan-rekan sekantor yang suka ‘nusuk dari belakang’ bisa bikin produktivitas turun.

Perasaan sukses menyelesaikan pekerjaan juga bisa mendukung kebahagiaan karyawan. Bila mereka menyukai apa yang mereka lakukan dan menemukan kepuasan saat menyelesaikan pekerjaannya, maka mereka akan merasa dibutuhkan dan berharga. Hal ini juga bisa mengurangi stres, dan mendorong produktivitas.

Supaya karyawan merasa betah, cobalah beberapa cara berikut ini:

Jadilah pemilik bisnis yang baik: baik di sini bukan sekadar baik secara sikap. Pemilik bisnis yang baik harus bisa menerapkan tujuan yang jelas untuk karyawannya dan memimpin dengan ketegasan. Pastikan selalu konsisten supaya karyawan memiliki arahan yang jelas mengenai tanggung jawab yang diberikan pada mereka.

Buatlah karyawan merasa dihargai: hal ini semudah mengucapkan ‘good job‘ dan pujian saat karyawan berhasil menyelesaikan tugasnya. Saat mereka berbuat salah, jangan langsung hukum orangnya karena hanya akan menimbulkan rasa marah dalam diri karyawan. Ajaklah mereka bicara, ajarkan prosedur yang tepat, dan berikan dorongan dan arahan bila dibutuhkan.

Menciptakan suasana yang produktif: pastikan segala fasilitas dapat mendukung gerakan dan fleksibilitas kerja karyawan sehingga mereka termotivasi untuk melakukan pekerjaannya.

Libatkan karyawan: undan mereka meeting di mana mereka bebas menyuarakan opini dan kecemasannya. Hal ini merupakan sumber berharga bagi perusahaan karena dari sinilah perusahaan bisa mendapatkan info berharga tentang produk dan kecemasan yang biasanya akan menimpa lapisan karyawan terbawah.