Jadwal padat, kepala penat, tapi liburan nggak sempat?

Tenang, kalau kamu sudah menumpuk stres tapi nggak bisa kemana-mana karena banyak tanggunan kerjaan, ada tips relaksasi praktis tanpa harus banyak berkorban waktu. Yuk, dicoba!

Regulasi dan fokus pada napasmu.

Pola pernapasan kita berubah saat kita rileks, stres, takut, atau senang. Kamu bisa melatih pernapasan di saat kamu merasa rileks, sehingga kamu bisa merasa tenang. Caranya, letakkan ujung lidahmu di langit-langit mulut, dan cobalah tetap mempertahankan posisi itu selama latihan napas. Tariklah napas selama 4 detik, tahan napas selama 7 detik dan Bukalah sedikit bibirmu dan hembuskan napas seluruhnya. Metode ini bisa meningkatkan oksigen ke otak dan menurunkan detak jantung.

Bergerak.

Kalau waktu kamu berjalan kaki bisa dihitung dengan jari, cobalah untuk memulai dengan berjalan di sekitar lingkungan tempat tinggal atau kantor. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki meningkatkan produksi endorfin dalam otak. Bergerak secara rutin dapat membantumu menjernihkan pikiran, meningkatkan kualitas tidur, dan menurunkan gejala depresi ringan dan kecemasan.

Buat playlist untuk relaksasi.

Music can set any mood. Tidak terkecuali buat kamu yang punya beban stres menumpuk. Musik bisa memengaruhi mood secara cepat dan keseluruhan sehingga bisa meminimalisir stres. Mendengarkan musik sebelum kita masuk ke situasi yang penuh tensi membuat sistem syaraf yang bertanggung jawab untuk pernapasan, detak jantung, dan pencernaan bisa pulih lebih cepat dari kondisi stres. Makanya, jangan ragu lagi bikin playlist yang bikin kamu relaks buat membantumu di saat sulit.

Merasa bersyukur.

Salah satu cara termudah untuk mengeliminasi stres adalah bersyukur. Cara bersyukur bisa bermacam-macam, tapi yang jelas, rasa syukur yang kita rasakan bisa mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kebahagiaan. Coba deh, kita buat daftar dalam otak 5-10 hal yang membuat kita bersyukur ketika kita bangun atau sebelum tidur tiap harinya.