Anak muda makin banyak yang tertarik berwirausaha, makanya nggak heran banyak starup yang dikuasai oleh milenial. Kecenderungan ini sebenernya beralasan. Anak muda biasanya enerjetik, mudah terinspirasi, proaktif dan mau mengambil risiko demi mencapai mimpi. Tim yang berisi anak muda terdorong untuk mengambil tantangan dan memiliki jaringan kerja yang luas dan serupa. Didukung dengan teknologi yang mendukung usaha mereka, banyak anak muda yang menyederhanakan proses dalam kewirausahaan itu sendiri.

Karena itulah, banyak wirausahawan milenial yang memiliki ambisi besar dan seringkali melupakan hal-hal esensial yang bisa menjadi hambatan, di antaranya:

Melupakan elemen spesifik, yaitu benar-benar menyelam ke dalam roda bisnis. Antusiasme, keinginan untuk berinovasi dan tidak mudah menyerah membuat banyak dari mereka yang melupakan untuk menengok ke dalam bisnis. Ada beberapa yang harus diperhatikan, diantaranya menyesuaikan sistem dan memahami setiap molekul produk.

Memanfaatkan teknologi dalam bisnis. Kuncinya adalah menggunakan teknologi dalam porsi yang tepat dan jangan biarkan teknologi tahu lebih banyak dibanding para pemilik bisnis.

Banyak pemilik bisnis milenial hanya melihat gambaran besarnya. Rencana bisnis yang dibuat oleh para milenial biasanya menyeluruh dan lengkap. Hanya saja, mereka suka lupa untuk lebih fokus pada rencana jangka pendek.