Apakah kita mengetahui siapa yang mengetuk di depan pintu rumah kita? Atau kita hanya mengira-ngira saja tanpa memastikan siapa gerangan yang berkunjung? Seorang James Siminoff pernah merasakan kekecewaan ketika ia sedang di garasi mobil rumahnya, sebuah paket penting yang diantarkan kurir terpaksa dipulangkan kembali karena si kurir beranggapan kalau James sedang tidak berada di rumah. Seketika itulah ia berniat menciptakan sesuatu. Maka terciptalah Doorbot yang diaplikasikan sebagai bel modern.

Teknologi telah memungkinkan kita untuk menjadi mobile, DoorBot memungkinkan kita untuk menjadi asisten pribadi. Sebelum pintu rumah dibuka, tuan rumah akan mendapatkan bunyi ring bel melalui smartphone, lalu dapat melihat siapa tamunya dan mengobrolnya melalui fasilitas video call.

Untuk menggunakan Doorbot, pengguna harus memiliki jaringan internet atau Wi-Fi untuk menghubungkannya dengan Smartphone dan tablet.  Ketika sebuah bel Doorbot masuk ke smartphone, navigasi untuk menjawab atau mereject bisa dilakukan dengan bantuan aplikasi yang bisa diunduh di App Store dam Play Store. Selain jaringan internet, diperlukan juga jenis bel mekanik yang memiliki transformator bertegangan 8 sampai 24 VAC.

Agar performa Doorbot sesuai yang diharapkan, setidaknya smartphone atau tablet pun harus sesuai dengan rekruitmen minimum. Perangkat Apple misalnya, minimal harus versi iOS 6.1 atau yang lebih baru agar dapat melihat dan berbicara dengan tamu pada jaringan 3G, 4G dan LTE. Jika pengguna memiliki perangkat Apple di bawah iOS 6.1, maka mereka hanya dapat melihat dan berbicara dengan para tamu saat terhubung ke jaringan Wi-Fi. Aturan ini juga berlaku untuk perangkat Android, mereka harus dilengkapi dengan Android versi 2.3 atau yang lebih baik untuk melihat dan berbicara dengan tamu pada 3G, 4G dan LTE .

Kualitas video call yang dihasilkan oleh Doorbot adalah berformat VGA dengan dimensi 640×480 berukuran 30fps. Kehebatan lainnya adalah terdapat fitur keamanan untuk menjaga pencurian Doorbot. Juga terdapat indikator di layar smartphone ketika baterai Doorbot sudah lemah.

Sayangnya, aplikasi ini belum ada kabar kapan mendarat di Indonesia.

 

 

Sumber:
YouTube
Cnet
GetDoorbot