Pangsa pasar konsumen dari bisnis kreatif berbasis craft masih sangat banyak, Doinc memperhatikan demikian pula dengan start up yang mendirikan usaha dibidang fashion maupun craft, anak-anak muda ini tidak ingin ketinggalan dalam berwirausaha dan membuat produk yang bisa mencuri hati konsumen. Salah satunya adalah Eusara, yang menjadi 20 besar finalis untuk Project25 2013.

Melalui proposal mereka satu tahun lalu, Eusara awalnya dibangun oleh 6 orang mahasiswa dan mahasiswi dari jurusan yang sama yaitu Desain Komunikasi Visual Universitas Itenas, Bandung. Eusara merupakan sebuah produk laptop dan gadget case dan bag yang ditujukan untuk konsumen remaja, dengan desain warna-warni yang segar. Memakai bahan denim sebagai bahan utama dan kalep sebagai handle tas, Eusara mengisi pasar gadget case yang masih menyisakan ruang untuk pemain baru.

Pada awalnya Eusara merupakan tugas dari mata kuliah kewirausahaan, yang didalamnya mengharuskan tiap kelompok untuk memproduksi produk, hingga mengikuti pameran. Mendapat respon yang bagus dari tugas kuliah, mereka pun melanjutkan usaha tersebut.

 

eusara-edit

 

Tidak ada yang mudah dalam membangun usaha, demikian juga yang dihadapi oleh Eusara. Meski memiliki semangat yang kuat, Eusara mengakui bahwa kekurangan strategi dan pengalaman memproduksi. Eusara mempublish produk pertama dan mengandalkan based on order, karena belum menemukan makloon (penjahit/pengrajin yang memproduksi barang massal namun bisa juga mengerjakan proyek sampingan) yang sesuai, penjahit kebingungan mengerjakan order tas satuan dengan ukuran dan model yang berbeda-beda. Konsumen pertama Eusara pun kecewa.

Benturan-benturan ini membuat tim Eusara berkurang menjadi empat orang, namun mereka akhirnya memulai kembali dengan modal pinjaman sebesar satu juta rupiah. Belajar dari kesalahan yang lama, mereka bekerja keras menemukan penjahit yang tepat dan memproduksi produk untuk mengikuti pameran pertama di event NGADUide. Setelah mengumpulkan keuntungan dari penjualan pertama, Eusara kembali meminjam modal sebesar satu juta rupiah untuk memproduksi varian baru. Strategi yang disuntikkan untuk produk Eusara adalah bahwa produk ini tidak diproduksi secara masal, sehingga bersifat eksklusif. Hingga kini, Eusara telah mengembangkan jenis materialnya, dari denim, suede, kulit, hingga mika jelly.

Perjalanan Eusara masih terbentang untuk mencapai titik berkelanjutan. Namun Eusara sudah melakukan langkah pertama untuk DoStart. Strategi pemasaran yang tepat, lokasi penjualan, menjaga kualitas produk dan suntikan modal merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan bagi Eusara serta usaha fashion dan craft sejenis yang baru akan mulai.