Sampailah kita pada sosok terakhir. Kali ini ia datang dari dunia industri otomotif yang kini produknya sangat diminati oleh masyarakat kita. Siapakah dia?

SOICHIRO HONDA

Untitled

Semangat dan cita-cita yang sangat tinggi adalah bekal Soichiro Soichiro Honda dalam membangun kariernya. Pada tahun 1922 Soichiro Honda yang tidak mengenyam pendidikan formal yang memadai bekerja pada bengkel Art Shokai. Pekerjaannya tersebut tidak langsung berhubungan dengan mesin seperti yang ia inginkan. Soichiro Honda bekerja sebagai cleaning service sambil mengasuh bayi sang pemilik bengkel.

Setelah 6 tahun bekerja di bengkel tersebut Soichiro Honda dipercayakan untuk membuka bengkel cabang Art Shokai. Sifat Soichiro yang tidak mudah puas membuatnya memiliki banyak gagasan yang harus diwujudkan. Salah satunya adalah keinginannya membuat ring piston yang saat itu masih sulit didapat. Ring piston itulah yang membuat dirinya kembali ke sekolah pada usia 28 tahun setelah bergulat dengan berbagai macam percobaan, ring piston yang dibuatnya tidak sesuai harapannya. Butuh tiga tahun untuk mewujudkan proyek ring piston ini. Namun pada masa perang dunia akhirnya menjadi penyuplai industri militer.

Kemudian keinginan besar lain yang dimiliki Soichiro Honda adalah memasangkan mesin pada sepeda. Keinginan yang membawa Soichiro Honda pada kesuksesan itu sempat terbentur permasalahan finansial hingga terancam bangkrut. Sikap pantang menyerah, tidak mudah puas dan selalu memiliki keinginan besar adalah kunci sukses yang dimiliki Soichiro Honda. Selain itu kecintaannya pada arena balap membawanya pada pengembangan produknya, karena Soichiro Honda mampu menghasilkan produk yang disukai pasar, hemat bahan bakar, dan berkecepatan tinggi, sama seperti produk Honda yang masih sangat diminati pasar hingga saat ini.