Apa yang kamu lakukan saat dihadapkan dengan dinding brand? Globalisasi dan teknologi memungkinkan kita untuk memilih apa yang kita suka. Sebagai konsumen, kita memiliki power yang tidak dimiliki oleh pendahulu kita, yakni menjadikan brand sebagai identitas diri. Brand bukan lagi dipandang sebagai barang yang bisa memenuhi kebutuhan, tapi brand memiliki nilai yang menentukan bagaimana kita dipandang di mata banyak orang.

br

Dari keinginan untuk mengidentifikasi diri dengan menggunakan brand tersebut lahirlah istilah Brand Tribe. Istilah ini sendiri ternyata tidak hanya mengacu pada konsumen saja, tapi mereka yang menyukai dan yang memasarkan sebuah brand. Mereka-mereka ini membentuk sebuah kelompok yang memiliki kepercayaan atau kesukaan serupa tentang sebuah brand. Karena itulah, brand yang berhasil membentuk Brand Tribe sudah dipastikan memiliki pasar untuk menjalankan bisnis. Sebagai contoh: brand Apple, yang memiliki basis penggemar yang identik dengan sebutan Apple Fanboy dan akan membela produk ini mati-matian walau banyak orang yang menjabarkan kelemahan-kelemahan yang brand tersebut miliki.

tr

Brand Tribe dapat diraih dengan pola branding yang tepat. Sebelum memulainya, ada baiknya kamu memiliki jawaban untuk dua pertanyaan yang bisa menggiring kamu untuk memperoleh Brand Tribe yang baik, yaitu:untuk apa kamu memulai/mendirikan brand kamu? Dan nilai seperti apa yang bisa diambil oleh anggota Tribe?

Karena tiap hari Brand baru muncul setiap hari. Konten segar menghibur tiap kali.
Semua orang adalah brand.
Setiap orang adalah kreator.
Semua bisa fotografi.
Semua bisa sharing.

Selanjutnya bisakah membangun fans? Tribes? Influence?
Sementara brand yang mapan apakah bisa membangun Tribes yg maunya fresh dan menghibur terus. Terasa baru.