Kalau masih rajin menonton TV, pasti sadar kalau belakangan ini banyak acara pencarian bakat. Menarik memang kalau kita melihat perkembangan peserta dari awal hingga akhirnya ia menjuarai acara tersebut, dengan kemampuan (dan sumbangan SMS pemirsa) yang dimilikinya.

Tapi dari berapa banyak yang bisa bertahan?

approach2

Sebenarnya apakah talent saja cukup untuk terus dikenang? Ternyata ada beberapa hal yang harus bisa menjadi ciri khas yang lekat dengan pribadi orang tersebut, atau nama kerennya ‘personal branding‘. Personal branding yang tepat akan membuat publik bukan hanya jatuh cinta pada bakat kita tapi membuat mereka cepat juga jatuh cinta pada pribadi kita.

Banyak artis lama yang bisa bertahan karena bakat dan personal branding yang baik, misalnya Ruth Sahanaya terasosiasikan dengan suara yang sangat bermutu dan juga mutu kepribadiannya – sangat humble dan baik kepada semua orang. Dia selalu mengucapkan terima kasih kepada semua crew saat konser, misalnya.

Christine Hakim? Pemain watak yang melegenda dan sangat peduli dengan Indonesia. Bahkan Benyamin Sueb juga memiliki citra yang kuat. Dia sangat menghibur dan sangat bangga dengan ke-Betawi-annya.

Personal branding tidak hanya berlaku pada public figure yang sering berseliweran di TV, tapi juga dapat membantu kita sebagai orang awam atau orang di belakang panggung untuk semakin dikenal. Pastikan asosiasi dalam personal branding sesuai dengan karakter Anda. Apalagi di era digital, publik semakin cepat tahu siapa kita sebenarnya.

 

Bagaimana menurut Anda? Kalau punya pendapat dan pengalaman terkait hal ini, yuk berbagi dengan yang lain. Makasih ya :)