Membangun Brand saat ini tak ubahnya membangun FANS!

Kemampuan kita menumbuhkan, mengelola dan membangun keterlibatan publik terhadap Brand yang kita bangun menjadi krusial.

Yuk kita bahas satu persatu.

MENUMBUHKAN FANS SEKALIGUS BRAND

Bagaimana menumbuhkan FANS pada tahap awalnya? Ini hal yang menarik menurut saya karena tanpa ada pijakan yang kuat sebuah FANS tak akan terbentuk. Storytelling yang kuat adalah syaratnya.

Airbnb berangkat dari storytelling yang kuat. Menggerakkan. Karena berangkat dari CONCERN yang kuat terhadap lingkungan atau planet ini. Seringkali kekuatan CONCERN yang memiliki kekuatan makna yang CONNECT terhadap interest publik sangat kuat menentukan.

Airbnb adalah sebuah movement yang memberi alternatif terhadap tujuan destinasi yang baru. tak sekedar alternatif destinasi tapi juga ada unsur empowering publik. Publik mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam gerakan yang prinsipnya WIN-WIN SOLUTION.

Akhirnya Airbnb tak sekedar sebuah Brand tapi juga merupakan sekumpulan FANS yang siap berjuang sesuai konten yang dimilikinya.

MENGELOLA FANS MEMBUTUHKAN SKILL KHUSUS

Mengelola FANS baik di lapangan (on ground) maupun secara online membutuhkan platform/metode atau code. Menyusun platform yang harus unik sifatnya membutuhkan penjiwaan atau hati yang sesuai dengan esensi Brandnya. Platform ini tak bisa di copy misalnya. Harus Authentic dan penuh jiwa.

Sejalan dengan esensi produknya; itu yang menjadi kunci mengelola FANS untuk Brand. Saya ambil contoh Brand GoPro yang sangat eksploratif tentu memiliki FANS yang sesuai dengan karakter produknya. Tentu akan berbeda dengan FANS nya WholeFoods yang sangat concern terhadap kesehatan makanan dan kebaikan lingkungan hidup.

Memahami komunitas dengan segala dinamikanya terutama untuk perkembangan trend yang sedang dan akan terjadi akan sangat menentukan.

MEMBANGUN KETERLIBATAN PUBLIK

Ya, Engage Participation dalam bentuk apapun baik itu yang berupa apps atau kegiatan lapangan (onground) sangat menentukan berhasil atau tidak berhasilnya sebuah Brand.

Berhasil mengumpulkan CROWD menjadi kunci bagaimana value sebuah brand itu tinggi atau tidak. Saya sangat kagum ketika bertandang di DEUS Bali. DEUS adalah sebuah study case bagaimana sebuah brand pada masa kini berkembang.

DEUS sebuah workshop modifikasi motor-motor bekas secara kreatif. DEUS seperti menjadi rumah bagi FANS yang begitu tergila-gila tentang modifikasi motor kreatif. Tak sekedar itu DEUS adalah kafe, gallery dan juga tempat nongkrong surfer-surfer dunia. DEUS adalah sebuah forum bagi FANS bukan tempat berjualan papan surfing atau jualan Kopi Capucino.

Engage Participation tentu membuka peluang bagi Brand untuk digilai atau fanatik oleh publik dan akhirnya menjadi FANS.

Praktek membangun FANS harus menjadi disiplin Brand-Brand Indonesia kalau ingin Brand kita menjadi Brand dunia dan tak tertinggal dari Starbucks, DEUS, GoPro dan lain-lain.