Problem bangsa ini menurut saya sangat esensial, yaitu tak ada budaya “The Maker”. Pelajar atau mahasiswa kita duduk di bangku kelas untuk bekerja di perusahaan besar. Bercita-cita punya anak buah. Produk dan Brand kita tak bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ini masalah mind set menurut saya. Lucu bin ajaib menurut saya ketika kita menyalahkan orang luar atau orang asing atau brand asing merajalela disini. Ya itu tadi, masalahnya justru ada di kita sendiri. BUKAN ORANG LAIN!

 

Tak ada budaya “The Maker”! Artinya kita tak punya mind set untuk mendesain, memproduksi, mengemas dan memasarkan potensi dan talenta yang kita miliki. Tak heran jika potensi dan talenta itu saya sebut sebagai tercecer, tercerai berai dan terabaikan. Menambah value melalui sebuah sistem, perencanaan dan platform tidak pernah dan jarang terjadi disini. Menurut saya kita masih akan menjadi bangsa terjajah sebelum kita memiliki mental sebagai bangsa “The Maker”.

 

Apakah kita ingin menjadi bangsa berdaya?

The Maker harus ditumbuh kembangkan secara berkolaboratif. Budaya Do It Yourself, Attitude Create Something New dan membangun platform-platform baru yang sifatnya empowering kemampuan bersama. Dari spirit kebersamaan membangun Branding ini akan menjadi benih bangkitnya kekuatan Indonesia dalam percaturan/persaingan riel yang lebih keras dimasa akan datang.

 

“The Maker” bukanlah sekedar wacana namun sebuah model kerja yang harus memiliki Quick Win. Harus memiliki target yang jelas dalam jangka waktu tertentu. Jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Langkah-langkah yang bisa mewujudkan kita menjadi bangsa yang memiliki attitude “The Maker” meliputi :

1. Perubahan mindset dari CREATE Something menjadi PRODUCE Something New; Product Design harus dikembangkan tak sekedar kegiatan yang bersifat Duplicating.

2. Dunia Pendidikan fokus pada kegiatan yang menunjang kemampuan sebagai “The Maker”. Merealisasikan kemampuan desain dalam implementasi yang bersifat penciptaan produk-produk dan brand-brand baru.

3. Mendidik konsumen kita untuk menghargai produk/brand yang berasal dari spirit “The Maker” kita.

4. Para pelaku bisnis harus tak sekedar puas menjadi “makelar” dari produk-produk asing. Bayangkan negara kita dibanjiri dengan produk-produk Cina, Thailand sampai Vietnam karena mental dari pelaku bisnis kita yang berpikir jangka pendek.

 

Menjadikan bangsa kita “The Maker” adalah kunci perubahan yang sangat urgent untuk kita lakukan. Tak ada yang bisa ditunggu. DO IT NOW. DO EXPLORE!