Bila dibandingkan dengan pekerja kantoran yang 9-to-5, jadi freelancer memang kelihatan enak dan nyantai. Hanya saja, dibanding pekerja kantoran, pendapatan freelancer yang belum pasti menjadi halangan banyak orang yang ingin terjun dalam bidang wirausaha satu ini. Freelancer acapkali juga terserang ‘kantong cekak’ di saat belum ada order masuk. Untuk menyiasati masa paceklik order, berikut adalah cara-cara mengatur keuangan untuk para freelancer, supaya kamu nggak perlu makan mi instan terus di saat sepi order.

Hindari kebiasaan konsumtif. Kamu nggak lagi mendapatkan gaji secara teratur berarti kamu harus menyesuaikan gaya hidup. Uang tidak selalu datang di akhir bulan, maka kamu harus bisa memilih apa yang benar-benar kamu butuhkan.

Sisihkan pendapatan. Saat kamu menerima pembayaran pekerjaan, pisahkan pendapatan sebagai dana cadangan. Kalau bisa, buatlah dua rekening bank berbeda untuk memisahkan uang untuk keperluan sehari-hari dan uang untuk disimpan.

Buat rincian keuangan. Sebaiknya kamu membuat rincian akan digunakan untuk apa saja penghasilan yang baru didapatkan. Usahakan untuk tidak melenceng dari perencanaan keuanganmu supaya kamu nggak keteteran saat masa paceklik datang. Dengan rincian ini, kamu juga akan tahu alokasi dana yang tidak urgent dan bisa dieliminasi dari daftar pengeluaran.

Utamakan pembayaran rutin. Pembayaran ini biasanya meliputi listrik dan air yang akan selalu dibutuhkan tiap bulannya. Pastikan kamu sudah mengalokasikan pendapatanmu untuk pembayaran ini sebelum menggunakan pendapatanmu untuk kebutuhan lainnya.

Perhitungkan biaya saat mengerjakan order. Acapkali, order mengharuskan kita berkorban, baik berupa ongkos transportasi atau waktu. Hitunglah dengan cermat berapa banyak waktu dan biaya yang kamu gunakan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, jangan sampai pendapatan yang kamu hasilkan lebih sedikit dari pada pengorbanan yang kamu lakukan.