Sebagai salah satu universitas favorit para pelajar, Universitas Padjadjaran (Unpad) mulai menggalakkan sociopreneurship. Sebenarnya, apa sih sociopreneurship itu?

Menurut Dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad sekaligus penggiat sociopreneurship Dwi Purnomo, sociopreneurship itu adalah sebuah bentuk kegiatan sosial tapi jiwanya entrepreneur. Biasanya social entrepreneurhsip itu memiliki visi untuk mandiri bagi pengembangan kegiatan sosialnya.

Berarti, kegiatan sosial dengan membantu orang lain tidak terbatas pada kegiatan memberi. Sociopreneurship mengajarkan wirausaha sebagai usaha hingga menjadi kegiatan bermanfaat bagi banyak orang.

Lebih lanjut Pak Dwi Purnomo menjelaskan, pendekatan sociopreneurship dirancang untuk memiliki rantai manfaat yang panjang. Sehingga kegiatan atau usaha yang dilaksanakan memberikan nilai pada objek sosial yang dituju, serta diarahkan untuk menyebar nilai guna dan nilai tambah yang besar bagi masyarakat.

Saat ini, setidaknya sudah ada sembilan mitra kolaborasi (unit usaha) yang berada di bawah binaan Pak Dwi. Dalam hal ini, dia bertindak sebagai pemberdaya untuk memberikan input teknologi dan manajerial, serta pendampingan intensif dalam kurun waktu tertentu hingga mitra kolaborasi yang dibina berhasil dinyatakan mandiri dan turut pula bertindak sebagai pemberdaya bagi mitra kolaborasi lainnya.

Di lingkungan Unpad sendiri ada beberapa kegiatan sociopreneurship di yang telah berjalan. Mulai dari FruitsUp (pemberdayaan petani mangga), Entog Jenggot (pemberdayaan peternak unggas dan masyarakat sekitar kampus), Laperbanget.com (pemberdayaan UMKM kampus), Frutavera (pemberdayaan bidang kesehatan), Velre (keselamatan lingkungan), Rumah Makan Surga Dunia (peduli pada kemiskinan), hingga 1.000 Sepatu (kepedulian sosial dan usaha kecil).