Jakarta —  WWF-Indonesia dan LINE kembali meluncurkan sebuah seri stiker baru dengan karakter harimau, Tiggy Tiger. Seri stiker ini terdiri dari 48 karakter Tiggy Tiger yang mengekspresikan beragam perilaku gaya hidup hijau, seperti mendaur ulang sampah, menggunakan kertas di dua sisinya, dan menghemat energi.

Acara peluncuran terjadi di tengah penyelenggaraan kegiatan “100% Responsible Consumer”— sebuah acara yang kaya informasi serta interaktif mengenai cara-cara menjadi konsumen yang bijak dan bertanggung jawab. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Museum Nasional Jakarta sejak Sabtu (1/3) lalu ini salah satu tujuannya adalah mendorong gaya hidup hijau lewat penggunaan kertas dan tisu secara bertanggung jawab sebagai salah satu tema dari Earth Hour tahun ini.
Laporan WWF “Living Planet Report 2012” menyebutkan bahwa konsumsi sumber daya alam dan gaya hidup 7 miliar penduduk dunia saat ini telah melebihi kemampuan Bumi  untuk memulihkan diri secara alami dan menyangga kehidupan manusia secara berkelanjutan.  Saat ini dibutuhkan 1½ Bumi untuk dapat menopang gaya hidup dan konsumsi manusia.
Direktur Program Sumatera dan Kalimantan WWF-Indonesia, Anwar Purwoto, mengajak konsumen di Indonesia untuk lebih peduli dan mempertimbangkan dampak dari tiap produk yang dikonsumsinya. Salah satunya dengan mulai memilih, membeli, dan memakai produk-produk kayu dan turunannya yang diproduksi secara lestari, misalnya dengan menggunakan produk kertas dan tisu dari pengelolaan hutan yang tersertifikasi label Forest Stewardship Council (FSC). “Label sertifikasi dapat membantu konsumen untuk mengenali bahwa produk yang dikonsumsinya berasal dari hutan yang dikelola secara ramah lingkungan dan memperhatikan konservasi keanekaragaman hayati.”
Seri Stiker Tiggy Tiger memperagakan sejumlah perilaku gaya hidup hijau yang sederhana, yang disebut ‘Earth Hour Action’. Hal tersebut berkaitan dengan slogan dari Earth Hour tahun ini, yakni ‘Use Your Power’ yang mendorong masyarakat untuk melestarikan alam lewat gaya hidup hijau dan menyebarkannya ke sekitar mereka.
“LINE merupakan salah satu mitra kami di Earth Hour 2014 lewat Seri Stiker Tiggy Tiger. Tiggy Tiger membawa pesan perubahan ke gaya hidup hijau; dimulai dari diri kita sendiri, berlanjut ke keluarga dan teman-teman, lalu ke seluruh lapisan masyarakat. Kita memiliki kekuatan untuk mewujudkan perubahan, maka gunakan kekuatan tersebut bagi kebaikan planet ini,” ujar Devy Suradji, Direktur Marketing WWF-Indonesia.
Mengikuti kesuksesan stiker orangutan sebelumnya, Seri Stiker Tiggy Tiger akan diluncurkan tak hanya di Indonesia, namun juga di Singapura dan Malaysia. Seri Stiker Orangutan telah diunduh oleh lebih dari 500.000 pengguna selama tiga bulan sejak peluncurannya dan akun resmi LINE WWF-Indonesia memiliki lebih dari 700.000 teman sejak peluncurannya di Hari Bumi 2013. Pencapaian tersebut menunjukkan betapa besar respons masyarakat terhadap kerja konservasi di Indonesia yang disampaikan lewat media smartphone. Dengan pijakan tersebut, LINE memproyeksikan Seri Stiker Tiggy Tiger akan mampu mengumpulkanoutreach and awareness yang lebih tinggi dari seri stiker terdahulu.
“Kami sangat puas dengan hasil yang dicapai oleh Seri Stiker Orangutan,” tutur Jinny Kim, Manager of Business Office LINE Plus Corp. Jinny berharap Seri Stiker Tiggy Tiger yang terdiri dari 48 desain lucu akan menarik perhatian para pengguna LINE yang notabene anak muda. “Kami juga berharap mereka akan mulai mengadopsi gaya hidup hijau yang dicontohkan oleh Tiggy Tiger.”
Seluruh pendapatan yang dihasilkan dari seri stiker berbayar Tiggy Tiger akan didonasikan untuk kerja konservasi dan pengembangan komunitas WWF di tiga negara (Indonesia, Malaysia, dan Singapura). LINE juga akan mendonasikan Rp 100,- dari tiap stiker gratis yang dikirim penggunanya bagi kerja konservasi WWF di Indonesia. Hasil dari kolaborasi ini tak sekadar pengumpulan dana bagi konservasi, namun juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup hijau dan upaya konservasi yang dilakukan WWF-Indonesia, terutama konservasi Harimau Sumatera.
Indonesia merupakan rumah bagi 400 individu Harimau Sumatera yang hidup di habitat alaminya, yang kini menghadapi ancaman kepunahan akibat perburuan liar dan aktivitas manusia lainnya yang mengurangi luasan hutan. IUCN (International Union for Conservation of Nature) telah mengklasifikasikan Harimau Sumatera sebagai spesies yang terancam punah.